"Sebuah Rasa"
kalimat jujur, pernyataan
jujur, sebuah pernyataan yang harus diutarakan.
"Kenapa kamu berubah, kenapa kita harus saling berjauhan? Apakah ini
berlebihan?”
Aku memang tak pernah
mampu menjadi orang terbaik dihidipmu. Aku seringkali hanya menulis, membagikancerita
ketika aku berusaha tegar pada tegasnya kehidupan.
Pada perhatianmu, terima kasih.Bahwa waktu dan
menepati janji ialah dua hal yang akan selalu ada, mungkin tertunda, atau
terlupa, namun akan ada saat-saat mengingat dan mengulangi. Kita mungkin
berhasil membohongi diri sendiri, menahan sakit rasanya menjauh dari apa adanya
atau menepi dari yang biasanya. Tapi aku, kamu, dia, dan kita semua. Setiap
manusia punya hati. Jujur, aku atau kamu pasti menangis, kita sama-sama
merasakan sakit, sama-sama belum rela untuk saling melepaskan.
Andai aku mahir membaca pikiranmu sejak pertama kita
bertemu kembali, sejak saat kamu berkata hal serius, tentu aku akan lebih
berhati-hati pada hari-hari tentangmu. Jika perhatian yang kamu maksud,
hanyalah perhatian biasa, Aku hanya berusaha berbuat baik.
Baiklah kita sama-sama menjauh. Katanya ini yang
kamu inginkan. Kita menjauh, namun hanya hati-hati kita yang saling berjauhan.
Biarlah rasa itu tetap ada, namun peliharalah ia pada penantian yang katanya
kamu tunggu-tunggu, semakin dinanti semakin menumbuhkan mimpi-mimpi baru. maafkan
bila hari-hariku membuatmu khawatir berlebihan, membuatmu ragu melangkah,
hingga membuatmu berubah. Biarlah, terkadang saling menjauh ialah saling
menyelamatkan hati.
Malam ituuuu, aku tahu kamu tidak baik-baik saja.
Sapaanmu yang sebatas menyematkan kalimat; aku bertanaya "ada yang mau
diobrolin,?" dgn lugas kamu menjawab tidak, baiklah. Memiliki makna
tersendiri, bagiku. Resah sudah mendarah daging saat itu.
Aku mencoba berpikir jernih,bahwa ternyata
akhir-akhir ini, ujian berkomitmen itu berat sekali....... 😭 Kadang aku
berpikir mungkinkah kamu hanyalah orang yang takut sendiri? bukan benar-benar
mencintai.
Terima kasih telah menunjukkan hal itu:) Aku salah,
aku masih belum sembuh, andai kamu belum hadir terlebih dulu jika tidak
sungguh. Karena aku tau kamu belum bisa memberikanmu cinta yang
utuh:"""
Lagi-lagi, Semua hanya soal waktu. Terima kasih
telah mengajariku cara peduli dengan lebih baik. Maaf, jika caraku salah dalam
memahami dirimu. Hingga kamu pun pergi.
Kupikir kamu paham, bahwa tidak seharusnya kamu
mencari perhatiannya lagi. Bukankah kamu juga tidak suka, jika masa lalu
kekasihmu masih menjadi bagian dari hari-harinya? Kenapa kamu melakukan itu di
hubungan kami, Mas?
Kamu harus tahu, aku dan dia memang sama-sama
merindukanmu. Bedanya, dia rindu ketika perlu. Sedangkan aku memang
mencintaimu. Kamu boleh menyapanya lagi, tapi tolong; jangan beri dia harapan
untuk kembali memperjuangkan hatimu. Karena aku sudah menyayanginmu 💕
Kamu selalu serius soal apa yang dijalani.
Sayangnya, kata serius jadi tabu ketika apa yang kamu katakan tidak sesuai
dengan apa yang kamu lakukan.\
Ciputat, 05 Desember 2019
Rainyday, hujan kelabu, haru biru.
"Kenapa kamu berubah, kenapa kita harus saling berjauhan? Apakah ini berlebihan?”
Komentar
Posting Komentar