Rainy Day
Malam ituuuu, aku tahu kamu tidak baik-baik saja. Sapaanmu yang sebatas menyematkan kalimat; aku bertanaya "ada yang mau diobrolin, Mas?" dgn lugas kamu menjawab tidak, baiklah.
Memiliki makna tersendiri, bagiku.
Resah sudah mendarah daging saat itu.
Aku mencoba berpikir jernih,bahwa ternyata akhir-akhir ini, ujian berkomitmen itu berat sekali....... ðŸ˜
Kadang aku berpikir mungkinkah kamu hanyalah orang yang takut sendiri? bukan benar-benar mencintai.
Terima kasih telah menunjukkan hal itu:)
Setidaknya, akhirnya aku tahu; kau memang tidak memiliki rasa apa-apa padaku.
Sehingga aku tak merasa bersalah telah pergi darimu.
Keindahan bisa dilihat oleh mereka.
Cukup, itu saja yang kita bagikan.
Selebihnya. Perihal bagaimana kita berjuang dan bertahan.
Meski terkadang teriakan dan tangisan hadir bersamaan, cukup kita saja penikmatnya ya, Mas.
Agar tidak ada yang perlu menangis selain kita. hehe
Aku salah, aku masih belum sembuh, andai kamu belum hadir terlebih dulu jika tidak sungguh.
Karena aku tau kamu belum bisa memberikanmu cinta yang utuh:"""
Lagi-lagi, Semua hanya soal waktu.
Terima kasih telah mengajariku cara peduli dengan lebih baik.
Maaf, jika caraku salah dalam memahami dirimu. Hingga kamu pun pergi.
Kupikir kamu paham, bahwa tidak seharusnya kamu mencari perhatiannya lagi. Bukankah kamu juga tidak suka, jika masa lalu kekasihmu masih menjadi bagian dari hari-harinya? Kenapa kamu melakukan itu di hubungan kami, Mas?
Aku bersyukur, kita selalu bisa menyelesaikan masalah dgn segera,
tanpa perlu ada orang lain yg turut masuk jadi teman bercerita.
Kita selalu bisa mengusaikan air mata, dgn kata maaf & ucapan terima kasih; setelah itu akan ada obrolan panjang yg berisi tawa mengenai betapa bodohnya kita.
Kamu harus tahu, aku dan dia memang sama-sama merindukanmu.
Bedanya, dia rindu ketika perlu. Sedangkan aku memang mencintaimu.
Eaakkkk 🤣
Kamu boleh menyapanya lagi, tapi tolong; jangan beri dia harapan untuk kembali memperjuangkan hatimu.
Karena aku sudah menyayanginmu, Mas 💕
Mas, kamu selalu serius soal apa yang dijalani. Sayangnya, kata serius jadi tabu ketika apa yang kamu katakan tidak sesuai dengan apa yang kamu lakukan.
Memiliki makna tersendiri, bagiku.
Resah sudah mendarah daging saat itu.
Aku mencoba berpikir jernih,bahwa ternyata akhir-akhir ini, ujian berkomitmen itu berat sekali....... ðŸ˜
Kadang aku berpikir mungkinkah kamu hanyalah orang yang takut sendiri? bukan benar-benar mencintai.
Terima kasih telah menunjukkan hal itu:)
Setidaknya, akhirnya aku tahu; kau memang tidak memiliki rasa apa-apa padaku.
Sehingga aku tak merasa bersalah telah pergi darimu.
Keindahan bisa dilihat oleh mereka.
Cukup, itu saja yang kita bagikan.
Selebihnya. Perihal bagaimana kita berjuang dan bertahan.
Meski terkadang teriakan dan tangisan hadir bersamaan, cukup kita saja penikmatnya ya, Mas.
Agar tidak ada yang perlu menangis selain kita. hehe
Aku salah, aku masih belum sembuh, andai kamu belum hadir terlebih dulu jika tidak sungguh.
Karena aku tau kamu belum bisa memberikanmu cinta yang utuh:"""
Lagi-lagi, Semua hanya soal waktu.
Terima kasih telah mengajariku cara peduli dengan lebih baik.
Maaf, jika caraku salah dalam memahami dirimu. Hingga kamu pun pergi.
Kupikir kamu paham, bahwa tidak seharusnya kamu mencari perhatiannya lagi. Bukankah kamu juga tidak suka, jika masa lalu kekasihmu masih menjadi bagian dari hari-harinya? Kenapa kamu melakukan itu di hubungan kami, Mas?
Aku bersyukur, kita selalu bisa menyelesaikan masalah dgn segera,
tanpa perlu ada orang lain yg turut masuk jadi teman bercerita.
Kita selalu bisa mengusaikan air mata, dgn kata maaf & ucapan terima kasih; setelah itu akan ada obrolan panjang yg berisi tawa mengenai betapa bodohnya kita.
Kamu harus tahu, aku dan dia memang sama-sama merindukanmu.
Bedanya, dia rindu ketika perlu. Sedangkan aku memang mencintaimu.
Eaakkkk 🤣
Kamu boleh menyapanya lagi, tapi tolong; jangan beri dia harapan untuk kembali memperjuangkan hatimu.
Karena aku sudah menyayanginmu, Mas 💕
Mas, kamu selalu serius soal apa yang dijalani. Sayangnya, kata serius jadi tabu ketika apa yang kamu katakan tidak sesuai dengan apa yang kamu lakukan.
Komentar
Posting Komentar