Temu
Langit-langit kamar mungkin bosan melihatku yang akhir-akhir ini suka senyum sendirian. Kalau bisa bicara, mungkin tembok juga akan ikutan menggoda. Sudah lewat sekitar sepuluh menit ketika ada seseorang masuk ke dalam ruangan, kemeja berwarna putih berhasil membuat pandanganku terarahkan. Sejak saat kamu mulai masuk dalma garis edarku. Pandangamku tertuju entah apa yang membutku malah memperhatikannya, ada hal lain yang berbeda.. Beberapa minggu belakangan aku getol menafikan perasaan yang mulai mengganggu pikiran, terlalu sombong mengakui karena takut membayangkan kalau nanti bertepuk sebelah tangan. Kasmaran selalu bisa membuatku menguji pengendalian diri, romansa yang baru tumbuh dan menggebu tidak sepatutnya dituruti begitu saja tanpa pertimbangan lebih jauh. Ini mungkin akan menjadi permulaan tulisan tentang dia kamu segila-gilanya kejutan yang tidak aku damba. Kenal dari antah berantah yang entah bisa disebut kebetulan atau takdir kehidupan....