Pada Akhirnya

Di penghujung tahun ini saya akan sedikit menceritakan haraoan harapan sekaligus doa doa yang semoga Allah permudah untuk terrealisasikan di tahun 2019, tahun 2019 merupakan tahun yang penuh semangat untuk saya pribadi.

Banyak hal-hal yang harus saya lakukan, saya perjuangkan, dan sangat saya harapkan keterwujudannya di tahun ini.


Ada harapan beberapa tahun lalu bahwa saya akan melakukan suatu hal besar di bulan Juni 2019.
Ada harapan sejak beberapa tahun lalu yang sedang saya usahakan - tentang suatu hal besar di bulan Mei 2019.
Ada harapan dan keinginan yang baru muncul di penghujung 2018, sesuatu yang saya ingin dapatkan di bulan Juni 2019.
Silahkan tebak jika ingin menebak. Tapi bukan melulu tentang menikah kok :“D


Diantara harapan-harapan besar di tahun 2019, ada banyak target yang harus saya lakukan. Target-target itu membuat hari-hari saya menjadi semakin menarik.
Bahagia - sedih - senang - kecewa - takut - resah - lega - dan lain-lain.

Saya suka bermimpi, suka menetapkan target-target luar biasa di dalam catatan pribadi saya. Menargetkan diri untuk melampaui apa yang menjadi standar, apa yang saya pikir adalah batas kemampuan saya pribadi.
Saya suka membuat "desain” kehidupan saya di masa-masa mendatang. Sementara itu, saya juga tidak lupa “daratan”.
Saya tetap realistis. Saya tetap berusaha dan mencari informasi dukungan terhadap mimpi-mimpi saya, berusaha menentukan first step yang paling mungkin untuk dilakukan.


Di samping itu, hal yang paling tidak boleh terlewatkan adalah selalu melibatkan Allah dalam apapun yang kita lakukan.
Punya mimpi, curhat ke Allah.
Punya mimpi, cerita ke Allah, yakin kalau Allah pasti mudahkan. Minta ke Allah.
Selalu minta ke Allah. Karena tiada daya dan upaya selain dari Allah.


Dalam perjalanan menggapai harapan, keinginan, mimpi, dan cita-cita, banyak penyadaran-penyadaran yang Allah berikan pada saya.


Pada akhirnya, saya sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan meminta Allah untuk memudahkan serta meridhai apa yang saya inginkan, namun Allah jauh lebih tahu apa yang terbaik.


Pada akhirnya, saya sebagai manusia benar-benar menyadari bahwa tidak boleh sedikitpun terbersit rasa sombong ketika mendapat kemudahan, sebab semua kemudahan datangnya dari Allah.


Pada akhirnya, saya menyadari bahwa berusaha sekaligus memasrahkan kepada Allah adalah cara terbaik, cara yang paling menenangkan dalam menjemput impian-impian yang saya buat. Apabila Allah tidak meridhai saya mencapai target saya di waktu yang saya tentukan, itu adalah yang terbaik, Allah tahu kapan waktu terbaik untuk saya mendapatkan keinginan saya.


Ini hanyalah tulisan biasa yang tiba-tiba saja ingin saya tuliskan. Namun, semoga bisa diambil baik-baiknya.


Selamat memperjuangkan mimpi kalian!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

beneran ini?

Malang...

Part 6 0f 365