Pada akhirnya:)
Sudah lama inginku sampaikan ini..
Hmmm Mungkin sudah sejak lama kita saling menyembunyikan
perasaan satu sama lainnya. Entah perasaan apa. Yang pasti ada perasaan sedih
yang tak ingin diketahui oleh siapapun. Juga ada khawatir yang tak ingin
tertangkap dari sorot mata. Ada keraguan yang tak ingin terdengar oleh telinga
orang-orang yang sedang berjuang bersama. Ada harap yang kuat namun tak ingin
terlihat karena takut berujung kecewa. Tanpa kesepakatan, semua itu mengalir
begitu saja karena kita masih ingin saling mengikat dan membersamai di dalam
doa-doa dan rasa percaya.
Sebagaimana badai di lautan yang akan mengalami masa
tenangnya. Begitupun, dengan sedih dan senang yang tidak selamanya. Gulungan
ombak yang menggulung tak tenang bahkan sampai pasang tertinggi pun pasti ada
akhirnya. Namun, yang selalu menjadi pertanyaan “Bagaimana dengan akhirnya?”
meski kita tau bahwa setiap akhir-akhir ikhtiar dan doa yang terpanjatkan
adalah mutlak atas dasar kehendakNya.
Bersandar pada manusia tidak akan pernah menjanjikan apa-apa
selain kecewa. (pun) sama halnya bersandar pada diri sendiri yang tiada upaya
tanpa dimampukanNya. Maka kita hanya bisa meminta agar Dia berkenan menolong
dengan cara-cara istimewa yang tak ada dalam pendeknya akal kita sebagai
manusia. Pun jika semua harus berakhir dan bertemu tepiannya, semoga Dia
memisahkan dalam kebaikan, menenangkan dan memeluk hati siapapun yang bersedih
namun tetap mampu menerima ketetapanNya, dan mengganti dengan kebaikan kebaikan
lain yang bukan hanya lebih baik, namun terbaik untuk kita.
Semoga tangis itu mereda, kekecewaan itu sirna, tawa,
semangat juga ceria terkembang seperti sedia kala, dan doa-doa itu tetap
terlangitkan meski kita tak tau dimana doa dan ikhtiar tersebut harus bermuara
:’)
Komentar
Posting Komentar