Pilihanku

Aku memilih mencintaimu diam-diam. Rasaku sengaja aku pendam dalam-dalam. Memperhatikanmu dari kejauhan, membayangkan bahagia yang mungkin aku rasakan bila kita menjadi pasangan.

Aku sengaja tidak mengutarakan, takut kalau-kalau bertepuk sebelah tangan dan malah merusak perkenalan. Aku lebih memilih menikmati kesendirian daripada menerabas risiko kehilangan dan kenyataan yang tidak sesuai seperti yang aku rencanakan.

Aku memahami bila aku bukan siapa-siapa, belum punya daya tawar tinggi yang membuatku layak diperjuangkan. yang aku pikirkan kamu berada sangat diatas, dirimu tak sebanding denganku. kamu jauh dari bayangan dan anganku. Aku memilih memantaskan diri, bertanggungjawab terlebih dahulu mewujudkan mimpi-mimpi.

Suatu hari nanti aku akan kembali, membuat aku dan kamu bisa memiliki sebuah hubungan yang lebih dari ini setelah aku sendiri sudah bisa sepenuhnya menanggung segala harga untuk bersama-sama. Sebab bagiku, kamu terlalu  berharga untuk aku perjuangkan sekarang, aku masih jauh dari kata pantas untuk bersamamu.

Aku memilih mencintaimu dalam bayang. Mencintaimu aku wujudkan lewat ketekunan, lewat perjuanganku yang nanti tidak bisa begitu saja kamu abaikan. 

Aku ingin nanti kamu memilihku dengan sepenuh hati. Dengan realita dan tak perlu lagi dihinggapi khawatir akan menjalani hidup bagaimana kalau-kalau kita memang selamanya dan tidak berakhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

beneran ini?

Malang...

Part 6 0f 365